Layangan
Selamat pagi bidadari duniaku.
Mungkin saat mata dan hatimu membaca ini, aku masih tertidur
pulas, semalaman aku tak bisa tidur, mungkin karena efek kafein yang aku teguk.
Maafkan ke egoisanku, sebab semalam fotomu selalu kupandangi
lalu aku kecup dan suaramu adalah nada yang kuperdengarkan kepada telingaku.
Sayangku.
Tetapkan aku dihatimu, rumahku adalah disana.
Biarkan aku sesekali berlarian dipikiranmu, itu adalah area
bahagiaku.
Sekarang bayangkan.
Aku adalah layang-layangmu.
Sejauh apapun aku terbang di angkasa, aku mohon pegang erat benang
penghubung itu jangan sampai kau lepaskan.
Maaf jika sesekali benang itu melukaimu.
Benang itu tercipta memang amat kuat dan tajam untuk memperkokoh
hubungan antara aku dengan kamu, dan agar tidak ada yang bisa memutuskannya,
sehingga dapat menyebabkanku terbang menjauhimu, bahkan kau kehilanganku, lalu kau
merasa dilema harus mengejarku atau membeli layang-layang baru di toko, lalu
kau merelakan aku diperebutkan dan dimiliki orang lain.
Aku masih ingin bersamamu, bermain denganmu, membuatmu
bahagia karena melihatku terbang dengan tenang, bangga sebab bisa menyingkirkan
yang lain.
Jika sudah waktunya, percayalah kaulah yang menarikku untuk
menemuimu dan dekat denganmu, kita akan bertemu pada suatu masa nanti, pegang
teguh keyakinan itu, yakinkanlah bahwa kita mampu kuat menerjang segala haling rintang,
berdua saling yakin dan berjuang menerjang kerasnya hantaman angin, melawan
banyaknya gangguan.
Yakinlah sayang, hubungan kita kuat. Kita adalah pemenang
atas semua pertarungan
Kita hebat dan kita kuat.
Komentar
Posting Komentar