Semesta Biar Bebas, Kau Khusus Aku

Mentari menawan dengan pancar sinar
Gerincing bunyi kendaraan yang lewat jalan setapak.
Burung bersautan siul merdu dan kepak sayap menjadikannya tinggi dilangit
Cantikmu abadi, boleh aku bungkus? Lalu aku simpan rapih didalam hati dan kujaga dengan barikade perasaan terbaik.
Jangan tanya mengapa aku se-egois dan se-protektif itu, aku hanya tidak ingin orang lain mendapatkan hal yang sama denganku, apalagi sampai orang lain bisa mendapatkan lebih dari yang aku dapatkan darimu.
Aku ingin cantikmu hanya untukku.
Jiwamu utuh untuk aku.
Tidak boleh ada yang menyentuhnya.
Bahkan kalau bisa melihatnya saja sudah ku kenakan pasal agar dihukum dan dipidanakan.

Terik mentari jatuh kebumi.
Manismu jatuh hatiku.
Bahagiamu tak ingin ku bendung.
Sebab bila kubendung, tawamu tidak bisa lagi kunikmati.
Aku ingin selalu dihidangkan resep kesukaanku;
Manjamu, tawamu, leluconmu, ceritamu, kecupanmu.
Aku ingin semua wejangan itu khusus untukku.
Namun aku juga tidak bisa melarang orang lain untuk menikmatinya, sebab kamu ada didaftar menu.
Peroleh saja pundi-pundi senang dalam koridor ruang.
Aku tidak akan ada di ruang yang sama saat ada orang lain yang menikmati resep kesukaanku itu.
Namun, jika aku tau ada yang tidak suka atau membuat resep kesukaanku itu berantakan, aku tidak akan segan juga untuk memukulnya karena telah merendahkan.

Komentar

Postingan Populer