Percaya
Akan ada masanya kita merasa bosan, entah dengan obrolan, tindakan atau senda gurauan.
Namun sayang.
Bosan bukanlah alasan kita untuk berhenti percaya dan berjuang.
Bukan pula bosan yang dijadikannya alasan untuk membiarkan tamu masuk ruang.
Kita adalah dua hal yang sudah melekat jadi satu.
Bukankah sakit rasanya jika dua hal yang sudah melekat erat pisah, maka akan robek dan luka diantara keduanya lalu menimbulkan sakit perih berkepanjangan.
Kita sedari awal merajut kasih dengan kenyamanan.
Mewarnainya dengan penuh candaan.
Dan mengenakannya sebagai bentuk kesetiaan.
Jarak memang licik, membisikan hati yang kadang ragu menjadi semu.
Kalimat-kalimat gubahan seolah mencuci hati dan pemikiran.
Tapi kita kuat sayang.
Kita menyatu tanpa bertemu.
Kita berbagi tanpa ingin dibalas budi.
Kita bersama tanpa alasan tanya.
Selamanya kita satu padu, lalu dijadikannya hubungan yang sah diatas meja kecil saat aku bersalaman dengan penghulu dan disaksikan beberapa pasang mata.
Aamiin
Namun sayang.
Bosan bukanlah alasan kita untuk berhenti percaya dan berjuang.
Bukan pula bosan yang dijadikannya alasan untuk membiarkan tamu masuk ruang.
Kita adalah dua hal yang sudah melekat jadi satu.
Bukankah sakit rasanya jika dua hal yang sudah melekat erat pisah, maka akan robek dan luka diantara keduanya lalu menimbulkan sakit perih berkepanjangan.
Kita sedari awal merajut kasih dengan kenyamanan.
Mewarnainya dengan penuh candaan.
Dan mengenakannya sebagai bentuk kesetiaan.
Jarak memang licik, membisikan hati yang kadang ragu menjadi semu.
Kalimat-kalimat gubahan seolah mencuci hati dan pemikiran.
Tapi kita kuat sayang.
Kita menyatu tanpa bertemu.
Kita berbagi tanpa ingin dibalas budi.
Kita bersama tanpa alasan tanya.
Selamanya kita satu padu, lalu dijadikannya hubungan yang sah diatas meja kecil saat aku bersalaman dengan penghulu dan disaksikan beberapa pasang mata.
Aamiin
Komentar
Posting Komentar