Kita Puisi
Kita itu puisi,
Tuhan adalah penyair.
Ibu adalah kertas.
Bapak adalah tinta basah.
Dan kita adalah kumpulan karya terbaik mereka.
Di bacakan dengan lantang namun dapat menyentuh hati.
Di gumamkan pada semesta dan diakui oleh penghuninya.
Kadang menyentuh qalbu kadang menyentil telinga.
Jiwa raga kita di tuangkan diatas kertas dengan penuh cinta, membentuk manusia dengan keunikannya sendiri-sendiri.
Dua karya dijadi satu menjadi tak tersaingi.
Kata-kata bertautan membentuk kalimat.
Frasa menyebar sebab mulut-mulut membincangkan karya terbaik.
Kita itu puisi.
Aku adalah judul.
Kau adalah tema.
Lalu keluarga kita adalah sajak berima.
Dan anak kita adalah artian sarat makna.
Bergerumul dengan bahagia.
Senyum tawa menadah diskusi kita.
Suaramu indah sayang, jangan terlalu banyak berbincang dengan orang lain, cukup dengan keluarga kita.
Tubuhmu menawan sayang, jangan terlalu banyak berpergian tanpa penjagaan, sebab manusia sekarang sudah gila, merelakan akhir mati demi dirimu.
Bola matamu menarik sayang, memberi daya tarik sebab hadirmu begitu cantik.
Senyummu ranum sayang, banyak manusia yang ingin memilikinya, maka berhati-hatilah.
Aku bukan merayumu, jika tidak percaya tanya saja semesta.
Lewat karya kita bersama.
Dengan ijab qabul kita memulai bahagia.
Dan bertujuan melewati waktu menuju surga dengan keluarga kita.
Tuhan adalah penyair.
Ibu adalah kertas.
Bapak adalah tinta basah.
Dan kita adalah kumpulan karya terbaik mereka.
Di bacakan dengan lantang namun dapat menyentuh hati.
Di gumamkan pada semesta dan diakui oleh penghuninya.
Kadang menyentuh qalbu kadang menyentil telinga.
Jiwa raga kita di tuangkan diatas kertas dengan penuh cinta, membentuk manusia dengan keunikannya sendiri-sendiri.
Dua karya dijadi satu menjadi tak tersaingi.
Kata-kata bertautan membentuk kalimat.
Frasa menyebar sebab mulut-mulut membincangkan karya terbaik.
Kita itu puisi.
Aku adalah judul.
Kau adalah tema.
Lalu keluarga kita adalah sajak berima.
Dan anak kita adalah artian sarat makna.
Bergerumul dengan bahagia.
Senyum tawa menadah diskusi kita.
Suaramu indah sayang, jangan terlalu banyak berbincang dengan orang lain, cukup dengan keluarga kita.
Tubuhmu menawan sayang, jangan terlalu banyak berpergian tanpa penjagaan, sebab manusia sekarang sudah gila, merelakan akhir mati demi dirimu.
Bola matamu menarik sayang, memberi daya tarik sebab hadirmu begitu cantik.
Senyummu ranum sayang, banyak manusia yang ingin memilikinya, maka berhati-hatilah.
Aku bukan merayumu, jika tidak percaya tanya saja semesta.
Lewat karya kita bersama.
Dengan ijab qabul kita memulai bahagia.
Dan bertujuan melewati waktu menuju surga dengan keluarga kita.
Komentar
Posting Komentar