Tanpa Titik

Sebelum kau mengetuk sanubari
Hariku hanyalah berisi spontanitas tanpa kendali
Ibarat jari-jemari yang mencoba menggenggam air
Mengalir begitu saja, tanpa perlu ditanya mengapa kau sudah mengetahui jawabannya

Tapi. Satu hal yang harus kau ketahui
Tentang bagaimana tetap menghela nafas dengan kesabaran
Saat tentang perihal hidup berisi dirimu
Bahagiaku laksana diberi balsam pengawet mahluk hidup
Tak lekang oleh waktu, tak mati oleh zaman
Tapi tidak juga, kau adalah masa kini yang aku usahan akan masa depan
Supaya perjuangan tidak mati dini;
Hidup akan menorehkan karya aksara
Mengeluarkan kalimat menjadi alenia
Puisi yang sarat akan makna
Sajak pun terisi rima
Sebanyak-banyaknya
Sepanjang-panjanhnya
Seindah-indahnya
Tak dibiarkannya ruang untuk jeda

Sebab huruf adalah nafas penghubung
Sebab kata adalah detak
Dan titik pengibaratan kematian
Sedang tentangmu masih akan tetap hidup
Yang aku yakini akan abadi dalam sanubari
Sampai tuhan menyuruh salah satu dari kita untuk berpulang terlebih dahulu kehadapnnya.
Dan semoga kita dipersatukan dalam dunia dan akhiratnya, serta kelak bahagia dalam surga.
Aamiin.

Komentar

Postingan Populer