Sepekan Makna

Malam ini belum berakhir, aku masih bernafas.
Sepekan sudah kalimat menjelma jadi asa dan rasa.
Eksistensimu masih menjadi model utama dalam panggung aksara.
Menginspirasi setiap bait puisi.
Penyair ini hanya bisa menulis kata-kata sebagai perantara imajinasi penyambung mimpi.
Walau tidak selalu bahagia bersama.
Namun, tujuanku adalah kebahagiaan bagimu.
Selamat malam wanita yang kudekap dalam kata.

Untuk kamu, yang kusemogakan tertulis olehNya agar menjadi pendamping hidupku;
Semoga harimu berjalan bahagia.
Lepaskan tawa dan senyummu bersama orang yang kau percayai pantas mendapatkannya langsung dari dirimu lewat matanya.
Maaf, saat imi aku belum bisa temani suka dukamu.
Entah dihari dan dibulan apa saat nanti kita bertemu.
Menatap.
Berdialog.
Dan berakhir akad.
Semoga..
Saat ini aku hanya bisa menyapamu lewat doa.
Menjagamu lewat doa.
Menginginkan harimu bahagia lewat doa.
Kelak nanti:
Ketika takdir-Nya mempertemukan kita.
Ada banyak sekali yang ingin kuceritakan.
Perihal segala bentuk rinduku.
Perihal ayat-ayat doa-doaku.
Perihal kesederhanaanku dalam cemburu.
Selamat berbahagia dirimu.
Maaf jika banyak kalimat omong kosong yang membuatmu dongkol.
Sekali lagi, maaf. Tiada sedikitpun niatan dariku membuatmu kecewa.
Sampai bertemu dikesempatan yang sudah di skenariokan Tuhan.

Komentar

Postingan Populer