Perpanjang
Saya mau menjadi apa-apa yang bisa membuatmu ingin lebih lama.
Bahkan "lebih dari selamanya"
Jika suatu waktu kau bertanya harus berapa lama kita bersama, jawabannya ada di baris ketiga yang kuberi tanda petik agar kamu langsung mengetahui tanpa harus berpikir dan mencari.
Kau tau aku tidak ingin membuatmu pusing dalam berpikir.
Aku tidak ingin kau repot-repot dalam mencari-cari.
Maka aku berikan jawaban langsung.
Sebab aku sayang dengan jiwa, raga, dan seluruh organ tubuh yang terdapat dalam tubuhmu.
Dan kau harus tau, saat bersamamu; aku ingin mengabulkan judul kalimat ini.
Aku bingung harus mengolah kata apa lagi
Kau tau otakku tidak cukup pandai untuk berpikir.
Jadi, mohon maaf..
Jika nantinya kamu ngambek, aku agak lama berhasil membujukmu.
Itu memang karena otak aku yang kurang pandai.
Tetapi, usaha membuatmu bahagia selalu aku pikirkan.
Tentangku, tak masalah, gampang. Itu persoalan nanti, yang penting dirimu lebih dulu.
Sudah, jangan berpikir macam-macam, jika kau bertanya apa alasannya,
Cuma satu alasannya;
Sayang.
Tapi, jika kau sewaktu-waktu bertanya alasan mengapa aku bisa mencintaimu.
Aku tidak bisa menjawabnya.
Aku mohon jangan berpikir macam-macam.
Bukankah cinta tidak perlu sebuah alasan?
Yasudah, coba keluar rumah.
malam ini rindang, ada banyak daun-daun dilangit yang bisa menutupi cahaya rembulan.
Anginnya sejuk bukan?
Damai tidak?
Ah kita berbeda tempat namun merasakan hal yang sama: rembulan, semilir angin malam, dan suasana pedesaan yang ramah tamah.
Pesanku pada malam ini, jangan terlalu sering menyentuh kulitmu, aku cemburu dan takut,
Ya takut kamu sakit karena terlalu sering di elus-elus angin malam.
Selamat malam, dari aku yang berusaha membuatmu tidak ngambek
Tetap betah bersamaku.
Bahkan "lebih dari selamanya"
Jika suatu waktu kau bertanya harus berapa lama kita bersama, jawabannya ada di baris ketiga yang kuberi tanda petik agar kamu langsung mengetahui tanpa harus berpikir dan mencari.
Kau tau aku tidak ingin membuatmu pusing dalam berpikir.
Aku tidak ingin kau repot-repot dalam mencari-cari.
Maka aku berikan jawaban langsung.
Sebab aku sayang dengan jiwa, raga, dan seluruh organ tubuh yang terdapat dalam tubuhmu.
Dan kau harus tau, saat bersamamu; aku ingin mengabulkan judul kalimat ini.
Aku bingung harus mengolah kata apa lagi
Kau tau otakku tidak cukup pandai untuk berpikir.
Jadi, mohon maaf..
Jika nantinya kamu ngambek, aku agak lama berhasil membujukmu.
Itu memang karena otak aku yang kurang pandai.
Tetapi, usaha membuatmu bahagia selalu aku pikirkan.
Tentangku, tak masalah, gampang. Itu persoalan nanti, yang penting dirimu lebih dulu.
Sudah, jangan berpikir macam-macam, jika kau bertanya apa alasannya,
Cuma satu alasannya;
Sayang.
Tapi, jika kau sewaktu-waktu bertanya alasan mengapa aku bisa mencintaimu.
Aku tidak bisa menjawabnya.
Aku mohon jangan berpikir macam-macam.
Bukankah cinta tidak perlu sebuah alasan?
Yasudah, coba keluar rumah.
malam ini rindang, ada banyak daun-daun dilangit yang bisa menutupi cahaya rembulan.
Anginnya sejuk bukan?
Damai tidak?
Ah kita berbeda tempat namun merasakan hal yang sama: rembulan, semilir angin malam, dan suasana pedesaan yang ramah tamah.
Pesanku pada malam ini, jangan terlalu sering menyentuh kulitmu, aku cemburu dan takut,
Ya takut kamu sakit karena terlalu sering di elus-elus angin malam.
Selamat malam, dari aku yang berusaha membuatmu tidak ngambek
Tetap betah bersamaku.
Komentar
Posting Komentar