Pencuri dan Peminta
Ia menyelundup kedalam sanubari.
Sembari memperhatikan situasi, dia berhati-hati
Ia kukagumi sebab mampu menembus ke inti.
Karena banyak wanita pupus diawal perjuangan untuk mencuri.
Yang ia dapatkan bukan amarah dariku.
Justru rasa sayang yang biasanya sukar didapat.
Dia adalah sehebat-hebatnya pencuri.
Dia mampu mencuri hal yang paling berharga dalam hidupku; yaitu waktu.
Dan aku dengan ihklasnya mengatakan "iya ambil saja dan pergunakanlah dengan baik"
Jangan tanya kenapa, karenanya waktuku jadi lebih penuh rasa.
Becara soal rasa, dia juga diwaktu telah pagi berkata dengan perut lapar, bahwa dirinya keliru membaca kosah kata.
Lucu bagiku. Bahwa wanita sepertinya bisa keliru juga.
Kubilang "nyamanlah disini dan menetaplah, kau bisa menganggap qalbu sebagai rumah bagimu, jika jiwamu lapar akan kasih, kuberi satu resep"
Lalu, kuberitau kepadanya sebuah resep berharga saat itu:
1. Siapkan kenyamanan
2. Siapkan pengertian
3. Gabungkan dengan keterbukaan
4. Bumbuhi sedikit ke konyolan.
5. Campur semua bahan itu, maka kau akan dapat merasakan bahagia bersama orang yang menyayangimu, itu aku.
Komentar
Posting Komentar