Aku(i) Padamu
Kuakui sesekali aku ingin menjadi oksigen, yang selalu dibutuhkan tubuhmu.
Tak pernah kau cari karena aku selalu ada disekitarmu.
Kuakui sesekali aku ingin menjadi ranjang, yang selalu dibutuhkan tubuhmu.
Tak dipedulikan letaknya karena aku selalu ada untuk rebahmu.
Namun.
Kuakui aku sekalipun tidak ingin menjadi manusia lain selain aku.
Sebab bodoh aku jika ingin menjadi orang lain sedangkan orang lain ingin menjadi aku.
Menjadi seorang yang kau sayang.
Menjadi seorang yang kau cinta.
Menjadi seorang yang kau ingin miliki.
Mungkin..
Kuakui aku sekalipun tidak ingin menjadi manusia lain selain aku.
Sebab bodoh aku jika ingin menjadi orang lain sedangkan orang lain ingin menjadi aku.
Yang bisa memanggilmu sayang.
Yang bisa selalu bertukar pesan tanpa batas waktu.
Yang bisa memilikimu dengan penuh.
Mungkin..
Ku khususkan sajak kepadamu, terima atau tidak itu terserah.
Diyakini atau tidak itu terserah.
Dipedulikan atau tidak itu terserah.
Jarak memang meragukan.
Namun temu meyakinkan.
Jauh menjadi ambigu.
Dekat itu sulit namun perlu.
Kau beri aku dosa, aku terima
Lalu kuberi seluruh pahala, aku ihklas
Ditanya soal alasan?
Sudah jelas dengan lantang akan aku jawab karena aku mencintaimu, dan aku tidak ingin kau menderita didunia dan akhirat.
Akan aku tanggung beban dipunggung.
Kau cukup menjadi rusuk.
Tulisan ini sulit dicerna karena ia keluar tanpa pemikiran.
Jika ada yang bertanya dari sosok manusia makna dari puisi ini.
Maka kujawab "silahkan makan dan cerna sendiri, gunakan lauk favoritmu, aku tidak bertanggung jawab atas segala yang nantinya berakhir apa, jadi energi bagi tubuh atau berujung kotoran yang mengalir ke septiteng"
Gantung makna adalah permainan dalam arti sebuah bait puisi.
Korelasi dalam tradisi, mencintai atau menyakiti.
Semua ada dalam pikirmu sendiri.
Tak pernah kau cari karena aku selalu ada disekitarmu.
Kuakui sesekali aku ingin menjadi ranjang, yang selalu dibutuhkan tubuhmu.
Tak dipedulikan letaknya karena aku selalu ada untuk rebahmu.
Namun.
Kuakui aku sekalipun tidak ingin menjadi manusia lain selain aku.
Sebab bodoh aku jika ingin menjadi orang lain sedangkan orang lain ingin menjadi aku.
Menjadi seorang yang kau sayang.
Menjadi seorang yang kau cinta.
Menjadi seorang yang kau ingin miliki.
Mungkin..
Kuakui aku sekalipun tidak ingin menjadi manusia lain selain aku.
Sebab bodoh aku jika ingin menjadi orang lain sedangkan orang lain ingin menjadi aku.
Yang bisa memanggilmu sayang.
Yang bisa selalu bertukar pesan tanpa batas waktu.
Yang bisa memilikimu dengan penuh.
Mungkin..
Ku khususkan sajak kepadamu, terima atau tidak itu terserah.
Diyakini atau tidak itu terserah.
Dipedulikan atau tidak itu terserah.
Jarak memang meragukan.
Namun temu meyakinkan.
Jauh menjadi ambigu.
Dekat itu sulit namun perlu.
Kau beri aku dosa, aku terima
Lalu kuberi seluruh pahala, aku ihklas
Ditanya soal alasan?
Sudah jelas dengan lantang akan aku jawab karena aku mencintaimu, dan aku tidak ingin kau menderita didunia dan akhirat.
Akan aku tanggung beban dipunggung.
Kau cukup menjadi rusuk.
Tulisan ini sulit dicerna karena ia keluar tanpa pemikiran.
Jika ada yang bertanya dari sosok manusia makna dari puisi ini.
Maka kujawab "silahkan makan dan cerna sendiri, gunakan lauk favoritmu, aku tidak bertanggung jawab atas segala yang nantinya berakhir apa, jadi energi bagi tubuh atau berujung kotoran yang mengalir ke septiteng"
Gantung makna adalah permainan dalam arti sebuah bait puisi.
Korelasi dalam tradisi, mencintai atau menyakiti.
Semua ada dalam pikirmu sendiri.
Komentar
Posting Komentar