Sebuah Adalah

Adalah aku, sosok yang ringkih terhadapmu,
Adalah aku, sosok yang rindu suaramu,
Adalah aku, sosok yang harap denganmu,
Dan adalah aku, sosok yang hari-harinya berisi kamu.

Adalah kamu, sosok yang membuatku kuat,
Adalah kamu, sosok yang membuatku belajar,
Adalah kamu, sosok yang membuatku rindu,
Dan adalah kamu, sosok yang senantiasa mengisi hariku tanpa pamrih dan tanpa lelah.

Adalah kita, yang bersama tanpa bertemu,
Adalah kita, pemecah persepsi dan stigma,
Adalah kita,
Dan adalah kita, silaturahmi dua belah pihak bumi.

Tanah masih basah sisa hujan maghrib tadi, rintik menyapa bumi dengan caranya,
Ayam jantan berkokok dengan lantangnya. Aku berdoa dengan khusyuk-nya.
Malaikat turun mengintip anak adam dan hawa.
Aku memberi isyarat kepada malaikat, dengan menadahkan tangan.
Agar bersekutu dengan Malaikat sehingga di antarnya doaku lewat jalan lancar menuju Arsy-nya Allah tanpa hambatan.
Percayalah, kekuatan doa secara diam-diam masih menjadi nomor utama dalam usaha.
Tiada yang berani mensengketa ayat-ayat doa.
Doa akan bergelantung pada langit, lalu di beri skenario terbaik dari Tuhan, kemudian perlahan mendekati tujuan.
Tembus semua hambatan jika Allah lah yang memberi jalan.

Lalu adalah semesta, yang iri dengan keharmonisan kita berdua.

Komentar

Postingan Populer